Seminar Mingguan Lab. Hidrometeorologi: Visit to Nanyang Technology University

seminarmingguan20192Laboratorium Hidrometeorologi Departemen GFM telah mengadakan seminar mingguan hari senin. Peserta seminar terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Pascasarjana Klimatologi Terapan. Pemateri seminar pada minggu ini yaitu Melda Hazrina, salah satu anggota luar Lab Hidrometeorologi yang telah melakukan penelitian di bidang Hidrometeorologi. Melda menyampaikan materi berjudul “Visit to Nanyang Technology University” yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan di NTU, Singapura selama 2 minggu.

Penelitian tersebut dilakukan dalam acara inisiasi metode DEVI (Dam Environmental Vulnerability Index) yang dibuat oleh Edgardo et al. 2017 (publikasi: https://www.researchgate.net/publication/317588378_Damming_the_rivers_of_the_Amazon_basin) di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Metode DEVI digunakan untuk mengevaluasi kerentanan suatu basin ketika dibangun bendungan. Metode ini dipengaruhi oleh 3 indikator yaitu BII (Basin Integrity Index), FDI (Fluvial Dynamics Index), dan DII (Dam Impact Index). Selama 2 minggu, Melda menghitung salah satu indikator DEVI yaitu BII di Pulau Jawa dan Sumatera. Data yg digunakan untuk penelitian yaitu peta tutupan lahan (hutan dan non hutan) serta database bendungan. Database bendungan dibuat sebanyak 164 bendungan yg tersebar dari Pulau Jawa dan Sumatera. Hasil penelitian Melda berupa (i) peta sebaran pintu air dan (ii) peta nilai indeks BII yang berada pada rentang 0-100. Sebaran nilai BII di Pulau Jawa dan Sumatera menunjukkan bahwa sebagian besar basin di Pulau Jawa dan Sumatera memiliki kerentanan yang tinggi yaitu berada pada rentang 60-80. Fungsi pembuatan DEVI yaitu sebagai pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan mengenai pengelolaan basin. (MT)