Seminar Mingguan Lab. Hidrometeorologi: Identifikasi Indeks untuk Estimasi Kadar Air Tanah Gambut

seminarmingguan20203Kebakaran lahan gambut di Indonesia merupakan salah satu bencana yang merugikan banyak sektor kehidupan, terutama sektor lingkungan. Pada tahun 2015, lahan gambut yang terbakar hanya sebesar 33% dari 2.6 juta total luas lahan terbakar, namun dampak lingkungan yang ditimbulkan jauh lebih parah. Secara ilmiah, tanah gambut memiliki sifat irreversible drying, yaitu kondisi hidrofobisitas (tidak mampu mengikat air) yang terjadi akibat kekeringan dalam rentang waktu cukup lama (3-4 minggu). Sebagai upaya mitigasi bencana kebakaran hutan di masa yang akan datang, perlu dilakukan kajian mengenai suatu indeks yang dapat menggambarkan kondisi kebasahan lahan gambut.

Saat ini, kebasahan lahan gambut telah dimonitor secara berkala oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) melalui lebih dari 100 stasiun monitoring yang dipasang di lahan gambut Sumatera, dan Kalimantan. Namun demikian, informasi yang dihasilkan dari stasiun monitoring ini hanya berupa informasi kebasahan/kadar air tanah gambut di titik lokasi. Untuk informasi kadar air tanah pada wilayah yang tidak terdapat stasiun monitoring BRG, dapat diperoleh dengan melakukan interpolasi spasial. Interpolasi spasial data kadar air tanah dilakukan dengan memanfaatkan data spasial indeks kekeringan/indeks vegetasi dari data citra satelit Landsat 8. Algoritma hubungan antara indeks dengan data kadar air tanah kemudian dapat digunakan untuk menghitung kadar air tanah spasial.

Indeks yang dianalisis untuk menduga nilai kadar air tanah spasial, meliputi: Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Soil-Adjusted Vegetation Index (SAVI), Normalized Burn Ratio Index (NBRI), Modified Soil-Adjusted Vegetation Index-2 (MSAVI2), Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Moisture Index (NDMI), Normalized Difference Drought Index (NDDI), Enhanced Vegetation Index (EVI), Normalized Difference Soil Moisture Index (NSMI), dan Normalized Multi-Band Drought Index (NMDI). Hasil analisis yang diperoleh saat ini, menunjukkan bahwa nilai NMDI rerata wilayah buffer 500m dari titik stasiun memiliki hubungan searah dengan kadar air tanah dengan kekuatan korelasi cukup tinggi (>0.7).

Presenter Mahasiswi Semester 8 Program Studi Meteorologi Terapan 2020